Tiadalah yang lebih memilukan yang membuat hati hancur lebur, luluh lantak dan patah hati di dunia yang fana ini. Selamat jalan Bapak. Meski air mata bukanlah sesuatu yang kau inginkan, namun hanya ini yang bisa menemani kami saat mengantar dirimu pergi meninggalkan kami semua menuju peristirahatan terakhir.
Dengan mata yang begitu rapat tertutup, seolah engkau tak mau melihat ada air mata yang mengatarmu pulang pada sang Ilahi, dan engkau sudahi hidup yang sangat singkat ini biasa-biasa saja.
Bersama senyum yang begitu tulus yang tersungging dari bibirmu saat sakaratul maut, engkau isyaratkan pada dunia “inilah khusnul khotimah”, “panji kemenangan”, yang sangat sulit didapat.
Sekali lagi, terimalah hormat kami yang terakhir kali, biarkanlah sejenak kami mengenangmu dalam hujan air mata yang tak bisa terbendung, dengan sepenggal doa yang terbata-bata.
terima kasih atas segala yang engkau telah berikan pada kami.
Kami sungguh amat kehilangan.
Selamat jalan Bapak. Selamat jalan.
Ketika BAPAK pergi untuk selama-lamanya
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.